Semar disebut juga Badranaya
Mengemban sifat among, membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia.
Benih yang baik untuk hasil terbaik
Apabila menginginkan hasil yang baik maka tentulah dipilih bibit yang baik pula, bibit yang unggul, bibit yang sempurna.
Tesing dumadi, asal mula terjadinya Manusia.
Asal mula manusia adalah dari getaran tanaman dan getaran binatang yang kita makan, dan akhirnya berwujud air putih (air suci) dengan sinar cahaya tri tunggal yaitu nurcahya = sinar cahaya allah, nurrasa = sarinya Bapak dan nur buat = sarinya Ibu).
Pancasila..sikap hidup bangsa Indonesia.
Menurut ajaran spiritual Budaya Jawa, Pancasila merupakan bagian dari Wahyu Sapta Warsita Panca Pancataning Mulya (Wahyu tujuh ajaran yang masing-masing berisi lima butir ajaran mencapai kemuliaan, ketentraman, dan kesejahteraan kehidupan alam semesta hingga alam keabadian/akhirat).
Apakah yang kita miliki..?
Ketika mati pun kita tidak akan membawa sepeser pun uang. Masihkah kita merasa sebagai makhluk yang adigang-adigung-adiguno?
Sujud dasawarsa, Sujudnya warga KSD
Sujud secara Kerohanian Sapta Darma adalah tata cara menembah kehadapan Hyang Maha Kuasa.
Kita tidak sendiri
Alam beserta isinya adalah milik kita bersama...mari jaga kerukunan, kebersamaan dalam menjaga kelestarian demi generasi selanjudnya
out of body experience
Peristiwa out of body experience adalah merupakan gambaran awal dari kematian, Adalah merupakan indikasi putusnya hubungan Input sensor dalam tubuh, ketika kondisi manusia dalam konsisi sadar.
Wejangan
Wejangan Panuntun Agung Sri Gutomo bagi warga SAPTA DARMA dalam mengenali jati diri yang sebenarnya.
Jumat, 17 Juni 2011
Mbah Joyo
TUHAN ITU TIDAK ADA
Seorang rohaniawan datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut sang rohaniawan dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ...?” si rohaniawan balik bertanya.
“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan itu untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada....lihatlah mereka yang sakit, menderita karena miskin dan lapar....lihatlah anak-anak mereka terlantar....... Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”
Si rohaniawan diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si rohaniawan pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar alias gimbal (mlungker-mlungker/kriwul - istilah Jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si rohaniawan balik ke tempat tukang cukur dan berkata, Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”
Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu...?”.
“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si rohaniawan.
“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang gimbal yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana “, si rohaniawan menambahkan sambil tangannya menunjuk kesegerombolan orang diluar.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.
”Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.
“COCOK!” kata si rohaniawan menyetujui. “Itulah point utamanya!" Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA ! tapi apa yang terjadi… orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan hidupnya menderita tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Si tukang cukur terbengong !!!
Salam.......














