Semar disebut juga Badranaya

Mengemban sifat among, membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia.

Benih yang baik untuk hasil terbaik

Apabila menginginkan hasil yang baik maka tentulah dipilih bibit yang baik pula, bibit yang unggul, bibit yang sempurna.

Tesing dumadi, asal mula terjadinya Manusia.

Asal mula manusia adalah dari getaran tanaman dan getaran binatang yang kita makan, dan akhirnya berwujud air putih (air suci) dengan sinar cahaya tri tunggal yaitu nurcahya = sinar cahaya allah, nurrasa = sarinya Bapak dan nur buat = sarinya Ibu).

Pancasila..sikap hidup bangsa Indonesia.

Menurut ajaran spiritual Budaya Jawa, Pancasila merupakan bagian dari Wahyu Sapta Warsita Panca Pancataning Mulya (Wahyu tujuh ajaran yang masing-masing berisi lima butir ajaran mencapai kemuliaan, ketentraman, dan kesejahteraan kehidupan alam semesta hingga alam keabadian/akhirat).

Apakah yang kita miliki..?

Ketika mati pun kita tidak akan membawa sepeser pun uang. Masihkah kita merasa sebagai makhluk yang adigang-adigung-adiguno?

Sujud dasawarsa, Sujudnya warga KSD

Sujud secara Kerohanian Sapta Darma adalah tata cara menembah kehadapan Hyang Maha Kuasa.

Kita tidak sendiri

Alam beserta isinya adalah milik kita bersama...mari jaga kerukunan, kebersamaan dalam menjaga kelestarian demi generasi selanjudnya

out of body experience

Peristiwa out of body experience adalah merupakan gambaran awal dari kematian, Adalah merupakan indikasi putusnya hubungan Input sensor dalam tubuh, ketika kondisi manusia dalam konsisi sadar.

Butir-butir budaya jawa

Hanggayuh Kasampurnaning Hurip Berbudi Bawalesana Ngudi Sejatining Becik

Wewarah Tujuh

Merupakan kewajiban yang harus dijalankan Warga SAPTA DARMA dalam kehidupannya.

Sesanti

Sikap dan perilaku hidup dalam masyarakat yang harus diciptakan oleh Warga SAPTA DARMA.

Wejangan

Wejangan Panuntun Agung Sri Gutomo bagi warga SAPTA DARMA dalam mengenali jati diri yang sebenarnya.

Rabu, 20 April 2011

Sampurnaning Urip, Sampurnaning Pati


Sajatine ora ana apa-apa, awit duk maksih awang-uwung durung ana sawiji-wiji, kang ana dhihin iku Ingsun, ora ana Pangeran anging Ingsun sajatining kang urip luwih suci, anartani warna, aran, lan pakartining-Sun (dzat, sipat, asma, afngal).

Bahasa Jawa di atas memiliki arti sebagai berikut: Sesungguhnya tidak ada apa-apa, sejak masih awang-uwung (suwung, alam hampa) belum ada suatu apapun, yang ada pertama kali adalah Ingsun, tidak ada Tuhan kecuali Aku (Ingsun) sejatinya hidup yang lebih suci, mewakili pancaran dzat, sifat, asma dan afngal-Ku (Ingsun).

Kalau menilik dari kata-kata tersebut, maka kita akan bisa mawas diri tentang keberadaan kita sebagai manusia. Kita ini siapa, darimana dan nantinya bakal ke mana. Ketika terlahir ke alam dunia, manusia masih berbentuk bayi dan tidak membawa satu lembar kain pun. Saat menjadi bayi itu, kita yang semula tidak perlu disuapi ketika masih berada di dalam perut ibu, sudah mulai diperkenalkan dengan kejamnya dunia. Dimana kita harus menangis meronta-ronta untuk bisa mendapatkan makanan dengan cara disuapi ibu.

Namun ketika kita menginjak pada masa kanak-kanak, tidak ada hal-hal terindah yang menghiasi kehidupan ini selain bermain dan bermain bersama teman-teman sebaya. Bahkan ketika melihat sungai, kali ataupun empang yang ada di sekitar rumah kita, maka kita yang masih kanak-kanak ketika itu melihat keindahan yang luar biasa. Kita melihat anugerah GUSTI ALLAH yang Maha Besar lewat alam semesta yang diciptakan. Maka, jangan heran ketika kita melihat gunung, pantai dan lainnya, pandangan kanak-kanak kita akan mengagumi keindahan alam Sang Pencipta itu.

Waktu pun beranjak dan terus berlalu. Akhirnya masa kanak-kanak kita berganti dengan masa remaja. Di masa remaja inilah kita sudah mulai menerima unsur-unsur positif dan negatif dari lingkungan. Tragisnya, di masa ini kita masih belum bisa memilah-milah mana yang benar dan mana yang salah. Semuanya ditelan mentah-mentah. Di masa inilah pembentukkan jiwa terjadi. Kalau yang dominan unsur negatif, maka seseorang di masa depannya akan diwarnai dengan perilaku yang negatif. Tetapi kalau unsur positif yang banyak masuk, maka kehidupan orang tersebut di masa depan akan menjadi lebih terang dan terarah.

Ketika kita mulai menginjak masa dewasa dan sudah memutuskan untuk menikah, maka keindahan alam semesta ciptaan GUSTI ALLAH yang ketika masa kanak-kanak kita saksikan, akhirnya musnah. Yang ada adalah berganti dengan pandangan duit, duit dan duit. Kita disibukkan untuk mencari harta dunia. Semua yang kita lakukan semata-mata adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Harta dunia itulah yang mulai menghalang-halangi pandangan kita terhadap keberadaan GUSTI ALLAH.

Buktinya, walaupun kita shalat, meditasi, tafakur ataupun semedi, kadangkala yang tampak di depan kita hanyalah persoalan-persoalan yang berkutat pada duit. Pertanyaan besar yang muncul, DULU KITA INI SIAPA, PUNYA APA DAN SEKARANG KITA PUNYA APA?

Jawabannya mudah, dulu kita ini bayi, kanak-kanak, remaja tidak punya apa-apa. Tetapi ketika dewasa dan berumahtangga, kita "DITITIPI" oleh GUSTI ALLAH dengan anak, istri dan harta benda. Tragisnya, kita malah bangga dengan harta benda yang kita peroleh. "Kekayaan ini adalah hasil kerja kerasku selama ini," ujar kita meski dalam hati.

Tidak, sekali-kali tidak. Harta benda, anak, istri dan apapun yang kita miliki di dunia ini bukanlah milik kita. Itu sekedar "TITIPAN" Sang Kuasa. Kalau Anda merasa memiliki semuanya, mampukah Anda menghalang-halangi bahaya kebakaran yang akan melumat habis harta benda Anda? Mampukah kita menghalang-halangi nyawa anak kita yang akan dipanggil oleh GUSTI ALLAH? Bahkan kita sendiri tidak mampu menolak ketika nyawa kita hendak dicabut dari jasmani ini oleh Tuhan.

SEMUA MILIK GUSTI ALLAH

Pada bait di atas disebutkan kata-kata dzat, sipat, asma, afngal.

ZAT: Semua di dunia ini yang memiliki zat, itu milik GUSTI ALLAH. Coba Anda cari adakah di dunia ini yang sifatnya bukan zat?

SIFAT: Semua makhluk ataupun benda yang memiliki sifat-sifat adalah milik GUSTI ALLAH.

ASMA: Asma adalah berarti nama. Semua benda yang ada di dunia ini yang memiliki nama, adalah milik GUSTI ALLAH. Coba Anda cari makhluk ataupun benda di dunia ini yang tidak memiliki nama. Selama memiliki nama, itu kepunyaan GUSTI ALLAH.

AFNGAL: Rasa. Semua makhluk ataupun benda di dunia ini yang memiliki rasa, maka adalah milik GUSTI ALLAH.

Kembali ke pertanyaan dasar: Lalu kita ini punya apa? Jelas, tidak punya apa-apa. Ketika mati pun kita tidak akan membawa sepeser pun uang. Masihkah kita merasa sebagai makhluk yang adigang-adigung-adiguno? Jelas tidak. Kita harus pandai-pandai mepes hawa nafsu agar kita bisa kembali sebagai satria sejati. Satria sejati adalah manusia yang bisa menemukan sampurnaning urip lan sampurnaning pati (sempurnanya hidup, dan sempurnanya mati).

Rabu, 06 April 2011

Bukti Kejayaan Nusantara Kuno


Pulau-pulau Indonesia yang sangat Kaya Raya

Masa lampau Indonesia sangat kaya raya. Ini dibuktikan oleh informasi dari berbagai sumber kuno. Kali ini kami akan membahas kekayaan tiap pulau yang ada di Indonesia. Pulau-pulau itu akan kami sebutkan menjadi tujuh bagian besar yaitu Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda kecil, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Sumatera - Pulau Emas



Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Sumatera juga dikenal sebagai pulau Andalas.

Pada masa Dinasti ke-18 Fir'aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai, dengan nama Barus. Barus (Lobu Tua - daerah Tapanuli) diperkirakan sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Barus dikenal karena merupakan tempat asal kapur barus. Ternyata kamper atau kapur barus digunakan sebagai salah satu bahan pengawet mummy Fir'aun Mesir kuno.

Di samping Barus, di Sumatera terdapat juga kerajaan kuno lainnya. Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk membina negara kota Kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan Ophir. Kemungkinan Ophir berada di Sumatera Barat. Di Sumatera Barat terdapat gunung Ophir. Gunung Ophir (dikenal juga dengan nama G. Talamau) merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera Barat, yang terdapat di daerah Pasaman. Kabarnya kawasan emas di Sumatera yang terbesar terdapat di Kerajaan Minangkabau. Menurut sumber kuno, dalam kerajaan itu terdapat pegunungan yang tinggi dan mengandung emas. Konon pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas. Emas-emas yang dihasilkan kemudian diekspor dari sejumlah pelabuhan, seperti Kampar, Indragiri, Pariaman, Tikus, Barus, dan Pedir. Di Pulau Sumatera juga berdiri Kerajaan Srivijaya yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan besar pertama di Nusantara yang memiliki pengaruh hingga ke Thailand dan Kamboja di utara, hingga Maluku di timur.

Kini kekayaan mineral yang dikandung pulau Sumatera banyak ditambang. Banyak jenis mineral yang terdapat di Pulau Sumatera selain emas. Sumatera memiliki berbagai bahan tambang, seperti batu bara, emas, dan timah hitam. Bukan tidak mungkin sebenarnya bahan tambang seperti emas dan lain-lain banyak yang belum ditemukan di Pulau Sumatera. Beberapa orang yakin sebenarnya Pulau Sumatera banyak mengandung emas selain dari apa yang ditemukan sekarang. Jika itu benar maka Pulau Sumatera akan dikenal sebagai pulau emas kembali.

Jawa - Pulau Padi



Dahulu Pulau Jawa dikenal dengan nama JawaDwipa. JawaDwipa berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "Pulau Padi" dan disebut dalam epik Hindu Ramayana. Epik itu mengatakan "Jawadwipa, dihiasi tujuh kerajaan, Pulau Emas dan perak, kaya dengan tambang emas", sebagai salah satu bagian paling jauh di bumi. Ahli geografi Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang adanya “negeri Emas” dan “negeri Perak” dan pulau-pulau, antara lain pulau “”Iabadiu” yang berarti “Pulau Padi”.
Ptolomeus menyebutkan di ujung barat Iabadiou (Jawadwipa) terletak Argyre (kotaperak). Kota Perak itu kemungkinan besar adalah kerajaan Sunda kuno, Salakanagara yang terletak di barat Pulau Jawa. Salakanagara dalam sejarah Sunda (Wangsakerta) disebut juga Rajatapura. Salaka diartikan perak sedangkan nagara sama dengan kota, sehingga Salakanagara banyak ditafsirkan sebagai Kota perak.

Di Pulau Jawa ini juga berdiri kerajaan besar Majapahit. Majapahit tercatat sebagai kerajaan terbesar di Nusantara yang berhasil menyatukan kepulauan Nusantara meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Dalam catatan Wang Ta-yuan, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Mata uangnya dibuat dari campuran perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan kunjungan biarawan Roma tahun 1321, Odorico da Pordenone, menyebutkan bahwa istana Raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.

Menurut banyak pakar, pulau tersubur di dunia adalah Pulau Jawa. Hal ini masuk akal, karena Pulau Jawa mempunyai konsentrasi gunung berapi yang sangat tinggi. Banyak gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung inilah yang menyebabkan tanah Pulau Jawa sangat subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman.
Raffles pengarang buku The History of Java merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. “Apabila seluruh tanah yang ada dimanfaatkan,” demikian tulisnya, “bisa dipastikan tidak ada wilayah di dunia ini yang bisa menandingi kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang dihasilkan pulau ini.”

Kini pulau Jawa memasok 53 persen dari kebutuhan pangan Indonesia. Pertanian padi banyak terdapat di Pulau Jawa karena memiliki kesuburan yang luar biasa. Pulau Jawa dikatakan sebagai lumbung beras Indonesia. Jawa juga terkenal dengan kopinya yang disebut kopi Jawa. Curah hujan dan tingkat keasaman tanah di Jawa sangat pas untuk budidaya kopi. Jauh lebih baik dari kopi Amerika Latin ataupun Afrika.
Hasil pertanian pangan lainnya berupa sayur-sayuran dan buah-buahan juga benyak terdapat di Jawa, misalnya kacang tanah, kacang hijau, daun bawang, bawang merah, kentang, kubis, lobak, petsai, kacang panjang, wortel, buncis, bayam, ketimun, cabe, terong, labu siam, kacang merah, tomat, alpokat, jeruk, durian, duku, jambu biji, jambu air, jambu bol, nenas, mangga, pepaya, pisang, sawo, salak,apel, anggur serta rambutan. Bahkan di Jawa kini dicoba untuk ditanam gandum dan pohon kurma. Bukan tidak mungkin jika lahan di Pulau Jawa dipakai dan diolah secara maksimal untuk pertanian maka Pulau Jawa bisa sangat kaya hanya dari hasil pertanian.

Kepulauan Sunda kecil (Bali, NTB dan NTT) - Kepulauan Wisata


Ptolemaeus menyebutkan, ada tiga buah pulau yang dinamai Sunda yang terletak di sebelah timur India. Berdasarkan informasi itu kemudian ahli-ahli ilmu bumi Eropa menggunakan kata Sunda untuk menamai wilayah dan beberapa pulau di timur India. Sejumlah pulau yang kemudian terbentuk di dataran Sunda diberi nama dengan menggunakan istilah Sunda pula yakni Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil. Kepulauan Sunda Besar ialah himpunan pulau besar yang terdiri dari Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Timor.

Daerah Kepulauan Sunda kecil ini dikenal sebagai daerah wisata karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Sejak dulu telah ada yang berwisata ke daerah ini. Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11. Pada tahun 1920 wisatawan dari Eropa mulai datang ke Bali. Bali di Eropa dikenal juga sebagai the Island of God.

Di Tempat lain di Kepulauan Sunda Kecil tepatnya di daerah Nusa Tenggara Barat dikenal dari hasil ternaknya berupa kuda, sapi, dan kerbau. Kuda Nusa tenggara sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun silam. Abad 13 M Nusa Tenggara Barat telah mengirim kuda-kuda ke Pulau Jawa. Nusa Tenggara Barat juga dikenal sebagai tempat pariwisata raja-raja. Raja-raja dari kerajaan Bali membangun Taman Narmada pada tahun 1727 M di daerah Pulau Lombok untuk melepas kepenatan sesaat dari rutinitas di kerajaan.

Daerah Sunda Kecil yang tidak kalah kayanya adalah Nusa Tenggara Timur, karena di daerah ini terdapat kayu cendana yang sangat berharga. Cendana adalah tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Cendana dari Nusa Tenggara Timur telah diperdagangkan sejak awal abad masehi. Sejak awal abad masehi, banyak pedagang dari wilayah Indonesia bagian barat dan Cina berlayar ke berbagai wilayah penghasil cendana di Nusa Tenggara Timur terutama Pulau Sumba dan Pulau Timor. Konon Nabi Sulaiman memakai cendana untuk membuat tiang-tiang dalam bait Sulaiman, dan untuk alat musik. Nabi Sulaiman mengimpor kayu ini dari tempat-tempat yang jauh yang kemungkinan cendana tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Kini Kepulauan Sunda kecil ini merupakan tempat pariwisata yang terkenal di dunia. Bali merupakan pulau terindah di dunia. Lombok juga merupakan salah satu tempat terindah di dunia. Sementara itu di Nusa tenggara Timur terdapat Pulau yang dihuni binatang purba satu-satunya di dunia yang masih hidup yaitu komodo. Kepulauan Sunda kecil merupakan tempat yang misterius dan sangat menawan. Kepulauan ini bisa mendapat banyak kekayaan para pelancong dari seluruh dunia jika dikelola secara maksimal.

Kalimantan - Pulau Lumbung energi


Dahulu nama pulau terbesar ketiga di dunia ini adalah Warunadwipa yang artinya Pulau Dewa Laut. Kalimantan dalam berita-berita China (T’ai p’ing huan yu chi) disebut dengan istilah Chin li p’i shih. Nusa Kencana" adalah sebutan pulau Kalimantan dalam naskah-naskah Jawa Kuno. Orang Melayu menyebutnya Pulau Hujung Tanah (P'ulo Chung). Borneo adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda.

Pada zaman dulu pedagang asing datang ke pulau ini mencari komoditas hasil alam berupa kamfer, lilin dan sarang burung walet melakukan barter dengan guci keramik yang bernilai tinggi dalam masyarakat Dayak. Para pendatang India maupun orang Melayu memasuki muara-muara sungai untuk mencari lahan bercocok tanam dan berhasil menemukan tambang emas dan intan di Pulau ini.

Di Kalimantan berdiri kerajaan Kutai. Kutai Martadipura adalah kerajaan tertua bercorak Hindu di Nusantara. Nama Kutai sudah disebut-sebut sejak abad ke 4 (empat) pada berita-berita India secara tegas menyebutkan Kutai dengan nama “Quetaire” begitu pula dengan berita Cina pada abat ke 9 (sembilan) menyebut Kutai dengan sebutan “Kho They” yang berarti kerajaan besar. Dan pada abad 13 (tiga belas) dalam kesusastraan kuno Kitab Negara Kertagama yang disusun oleh Empu Prapanca ditulis dengan istilah “Tunjung Kute”. Peradaban Kutai masa lalu inilah yang menjadi tonggak awal zaman sejarah di Indonesia.

Kini Pulau Kalimantan merupakan salah satu lumbung sumberdaya alam di Indonesia memiliki beberapa sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai sumber energi, diantaranya adalah batubara, minyak, gas dan geothermal. Hutan Kalimantan mengandung gambut yang dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit listrik maupun pemanas sebagai pengganti batu bara. Yang luar biasa ternyata Kalimantan memiliki banyak cadangan uranium yang bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Disamping itu Kalimantan juga memiliki potensi lain yakni sebagai penyedia sumber energi botani atau terbaharui. Sumber energi botani atau bioenergi ini adalah dari CPO sawit. Pulau Kalimantan memang sangat kaya.

Sulawesi - Pulau besi


Orang Arab menyebut Sulawesi dengan nama Sholibis. Orang Belanda menyebut pulau ini dengan nama Celebes. Pulau ini telah dihuni oleh manusia sejak 30.000 tahun yang lalu terbukti dengan adanya peninggalan purba di Pulau ini. Contohnya lokasi prasejarah zaman batu Lembah Besoa.

Nama Sulawesi konon berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’. Pulau Sulawesi sejak dahulu adalah penghasil bessi (besi), sehingga tidaklah mengherankan Ussu dan sekitar danau Matana mengandung besi dan nikkel. Di sulawesi pernah berdiri Kerajaan Luwu yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Sulawesi. Wilayah Luwu merupakan penghasil besi. Bessi Luwu atau senjata Luwu (keris atau kawali) sangat terkenal akan keampuhannya, bukan saja di Sulawesi tetapi juga di luar Sulawesi. Dalam sejarah Majapahit, wilayah Luwu merupakan pembayar upeti kerajaan, selain dikenal sebagai pemasok utama besi ke Majapahit, Maluku dan lain-lain. Menurut catatan yang ada, sejak abad XIV Luwu telah dikenal sebagai tempat peleburan besi.

Di Pulau Sulawesi ini juga pernah berdiri Kerajaan Gowa Tallo yang pernah berada dipuncak kejayaan yang terpancar dari Sombaopu, ibukota Kerajaan Gowa ke timur sampai ke selat Dobo, ke utara sampai ke Sulu, ke barat sampai ke Kutai dan ke selatan melalui Sunda Kecil, diluar pulau Bali sampai ke Marege (bagian utara Australia). Ini menunjukkan kekuasaan yang luas meliputi lebih dari 2/3 wilayah Nusantara.

Selama zaman yang makmur akan perdagangan rempah-rempah pada abad 15 sampai 19, Sulawesi sebagai gerbang kepulauan Maluku, pulau yang kaya akan rempah-rempah. Kerajaan besar seperti Makasar dan Bone seperti yang disebutkan dalam sejarah Indonesia timur, telah memainkan peranan penting. Pada abad ke 14 Masehi, orang Sulawesi sudah bisa membuat perahu yang menjelajahi dunia. Perahu pinisi yang dibuat masyarakat Bugis pada waktu itu sudah bisa berlayar sampai ke Madagaskar di Afrika, suatu perjalanan mengarungi samudera yang memerlukan tekad yang besar dan keberanian luar biasa. Ini membuktikan bahwa suku Bugis memiliki kemampuan membuat perahu yang mengagumkan, dan memiliki semangat bahari yang tinggi. Pada saat yang sama Vasco da Gama baru memulai penjelajahan pertamanya pada tahun 1497 dalam upaya mencari rempah-rempah, dan menemukan benua-benua baru di timur, yang sebelumnya dirintis Marco Polo.

Sampai saat ini Sulawesi sangat kaya akan bahan tambang meliputi besi, tembaga, emas, perak, nikel, titanium, mangan semen, pasir besi/hitam, belerang, kaolin dan bahan galian C seperti pasir, batu, krikil dan trass. Jika saja dikelola dengan baik demi kemakmuran rakyat maka menjadi kayalah seluruh orang Sulawesi.

Maluku - Kepulauan rempah-rempah


Maluku memiliki nama asli "Jazirah al-Mulk" yang artinya kumpulan/semenanjung kerajaan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil. Maluku dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Orang Belanda menyebutnya sebagai ‘the three golden from the east’ (tiga emas dari timur) yakni Ternate, Banda dan Ambon. Sebelum kedatangan Belanda, penulis dan tabib Portugis, Tome Pirez menulis buku ‘Summa Oriental’ yang telah melukiskan tentang Ternate, Ambon dan Banda sebagai ‘the spices island’.

Pada masa lalu wilayah Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala. Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi. Pohonnya sendiri merupakan tanaman asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), yang dahulu dikenal oleh para penjelajah sebagai Spice Islands.

Pada 4000 tahun lalu di kerajaan Mesir, Fir’aun dinasti ke-12, Sesoteris III. Lewat data arkeolog mengenai transaksi Mesir dalam mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius tempat “Punt” berasal. Meski dukungan arkeologis sangat kurang, negeri “Punt” dapat diidentifikasi setelah Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan Maluku, Indonesia. Pada abad pertengahan (sekitar 1600 Masehi) cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling popular dan mahal di Eropa, melebihi harga emas.

Selain cengkeh, rempah-rempah asal Maluku adalah buah Pala. Buah Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting pada masa Romawi. Melihat mahalnya harga rempah-rempah waktu itu banyak orang Eropa kemudian mencari Kepulauan rempah-rempah ini. Sesungguhnya yang dicari Christoper Columbus ke arah barat adalah jalan menuju Kepulauan Maluku, ‘The Island of Spices’ (Pulau Rempah-rempah), meskipun pada akhirnya Ia justru menemukan benua baru bernama Amerika. Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku.

Kini sebenarnya Maluku bisa kembali berjaya dengan hasil pertaniannya jika terus dikembangkan dengan baik. Maluku bisa kaya raya dengan hasil bumi dan lautnya.

Papua - Pulau surga


Papua adalah pulau terbesar kedua di dunia. Pada sekitar Tahun 200 M , ahli Geography bernama Ptolamy menyebutnya dengan nama LABADIOS. Pada akhir tahun 500 M, pengarang Tiongkok bernama Ghau Yu Kua memberi nama TUNGKI, dan pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama JANGGI. Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah berubah dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama NUEVA GUINEE dan ada pelaut lain yang memberi nama ISLA DEL ORO yang artinya Pulau Emas. Robin Osborne dalam bukunya, Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya (1985), menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang.

Tidak diketahui apakah pada peradaban kuno sebelum masehi di Papua telah terdapat kerajaan. Bisa jadi zaman dahulu telah terdapat peradaban maju di Papua. Pada sebuah konferensi tentang lampu jalan dan lalulintas tahun 1963 di Pretoria (Afrika Selatan), C.S. Downey mengemukakan tentang sebuah pemukiman terisolir di tengah hutan lebat Pegunungan Wilhelmina (Peg. Trikora) di Bagian Barat New Guinea (Papua) yang memiliki sistem penerangan maju. Para pedagang yang dengan susah payah berhasil menembus masuk ke pemukiman ini menceritakan kengeriannya pada cahaya penerangan yang sangat terang benderang dari beberapa bulan yang ada di atas tiang-tiang di sana. Bola-bola lampu tersebut tampak secara aneh bersinar setelah matahari mulai terbenam dan terus menyala sepanjang malam setiap hari. Kita tidak tahu akan kebenaran kisah ini tapi jika benar itu merupakan hal yang luar biasa dan harus terus diselidiki.

Papua telah dikenal akan kekayaan alamnya sejak dulu. Pada abad ke-18 Masehi, para penguasa dari kerajaan Sriwijaya, mengirimkan persembahan kepada kerajaan China. Di dalam persembahan itu terdapat beberapa ekor burung Cendrawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga yang merupakan hewan asli dari Papua. Dengan armadanya yang kuat Sriwijaya mengunjungi Maluku dan Papua untuk memperdagangkan rempah – rempah, wangi – wangian, mutiara dan bulu burung Cenderawasih. Pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Pada abad XVI Pantai Utara sampai Barat daerah Kepala Burung sampai Namatota ( Kab.Fak-fak ) disebelah Selatan, serta pulau – pulau disekitarnya menjadi daerah kekuasaan Sultan Tidore.

Tanah Papua sangat kaya. Tembaga dan Emas merupakan sumber daya alam yang sangat berlimpah yang terdapat di Papua. Papua terkenal dengan produksi emasnya yang terbesar di dunia dan berbagai tambang dan kekayaan alam yang begitu berlimpah. Papua juga disebut-sebut sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Papua merupakan surga keanekaragaman hayati yang tersisa di bumi saat ini. Pada tahun 2006 diberitakan suatu tim survei yang terdiri dari penjelajah Amerika, Indonesia dan Australia mengadakan peninjauan di sebagian daerah pegunungan Foja Propinsi Papua Indonesia. Di sana mereka menemukan suatu tempat ajaib yang mereka namakan "dunia yang hilang",dan "Taman Firdaus di bumi", dengan menyaksikan puluhan jenis burung, kupu-kupu, katak dan tumbuhan yang belum pernah tercatat dalam sejarah. Jika dikelola dengan baik, orang Papua pun bisa lebih makmur dengan kekayan alam yang melimpah tersebut.


Demikianlah sedikit tulisan mengenai pulau-pulau di Indonesia yang sangat kaya. Dari tulisan tersebut sebenarnya Indonesia sudah dikenal sebagai bumi yang kaya sejak zaman peradaban kuno. Kita tidak tahu peradaban kuno apa yang sebenarnya telah ada di Kepulauan Nusantara ini. Bisa jadi telah ada peradaban kuno dan makmur di Indonesia ini yang tidak tercatat sejarah.
Ilmuwan Brazil Prof. Dr. Aryso Santos, menegaskan teori bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis. Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu.

Oppenheimer dalam buku “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia”, mengajukan bahwa Sundaland (Indonesia) adalah Taman Firdaus (Taman Eden). bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland. Indonesia memang merupakan lahan yang subur dan indah yang terletak di jalur cincin api (pacific ring of fire), yang ditandai keberadaan lebih dari 500 gunung berapi di Indonesia. Indonesia bisa saja disebut sebagai surga yang dikelilingi cincin api. Tapi terlepas dari benar atau tidaknya kita semua sepakat mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan hasil bumi, laut maupun budayanya.

Kebudayaan asli Indonesia sudah berumur ribuan tahun sebelum peradaban Mesir maupun Mesopotamia mulai menulis di atas batu. Peradaban bangsa Indonesia mungkin memang tidak dimulai dengan tradisi tulisan, akan tetapi tradisi lisan telah hidup dan mengakar dalam jiwa masyarakat kuno bangsa kita.
Alam Indonesia yang kaya-raya dan dirawat dengan baik oleh nenek moyang kita juga menjadi salah satu faktor yang membuat kepulauan nusantara menjadi sumber perhatian dunia. Indonesia merupakan negara yang terletak di khatulistiwa yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah di samping letaknya yang strategis secara geografis. Sumber daya alam tersebut mulai dari kekayaan laut, hutan, hingga barang tambang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kini mulai banyak ditemukan tambang baru di Indonesia. Orang Indonesia akan terkejut dengan kekayaan alam apa lagi yang akan muncul dari dalam bumi Indonesia ini.

Bumi yang kaya ini jika dikelola dengan baik akan membuat setiap rakyat Indonesia bisa memperoleh kemakmuran yang luar biasa sehingga bisa jadi suatu saat rakyat Indonesia sudah tidak perlu dikenakan pajak seperti saat ini, dan segala fasilitas bisa dinikmati dengan gratis berkat dari kekayaan alam yang melimpah yang dibagi kepada rakyat secara adil. Yang dibutuhkan Indonesia adalah penguasa baik, adil dan pandai yang amat mencintai rakyat dan menolak segala bentuk kebijakan yang menyulitkan masyarakat. Sudah saatnya Indonesia bangkit menuju kejayaannya. Jika hal itu terlaksana Indonesia bisa menjadi negara paling kaya di dunia.

Minggu, 03 April 2011

KALAHKAN HAWA NAFSU, SATUKAN HATI & UCAPAN

Hati adalah sumber segala-galanya. Seperti pernah diulas pada tulisan beberapa waktu yang lalu tentang hati, telah dijelaskan bahwa hati setiap manusia dibagi menjadi dua. Yaitu hati besar dan hati kecil. Hati besar adalah hati yang selalu berkata bohong, membuat panas, mengadu domba, iri, dengki dan lain-lainnya. Sementara hati kecil juga biasa disebut hati nurani adalah hati yang selalu berkata jujur, apa adanya, dan selalu mengingatkan setiap manusia untuk senantiasa berbuat kebaikan.

Namanya saja hati besar, jadi dengan tempat yang cukup besar maka, kekuasaannya pun juga besar. Sedangkan hati kecil memang sangat kecil namun bila dikelola dengan baik akan mampu untuk menundukkan sekeras apapun, setinggi apapun dan sehebat apapun. Tak heran jika Kanjeng Nabi Muhammad SAW senantiasa mengingatkan manusia bahwa jihad yang paling besar pada setiap manusia adalah perang melawan hawa nafsunya. Nah, hawa nafsu itulah yang ada pada hati besar dan cukup dominan.

Maaf, selama ini banyak orang yang salah dalam mengartikan jihad. Jihad itu bukanlah dengan memukuli, menghajar dan memaksa orang lain untuk berbuat baik. Tetapi jihad itu jika mensitir Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah urusan seorang manusia dengan dirinya sendiri. Artinya, setiap manusia harus mampu untuk mengalahkan hawa nafsunya. Setelah berpuasa selama satu bulan penuh, seseorang akan bisa disebut menjadi insan yang fitri ketika ia sudah bisa mengalahkan hawa nafsunya sendiri. 'Kemenangan' dalam mengalahkan hawa nafsunya sendiri itu biasanya terpancar dari wajah dan perilaku seseorang. Dari roman wajahnya akan tampak ketenangan dan ketabahan dalam menghadapi hidup. Setiap persoalan dalam hidup di dunia pun dihadapinya dengan tenang.

Siapapun yang menjadi insan yang fitri itu adalah orang yang berhasil membuat hati kecilnya lebih berkuasa dibandingkan hati besarnya. Hati yang besar itupun menjadi takluk dan tunduk. Orang yang seperti itulah yang beruntung dalam menghadapi hidup di dunia.

Satukan Hati dan Ucapan

Apabila hati besar yang penuh kebohongan dan arogansi sudah dikalahkan dan ditundukkan, maka yang muncul adalah kejujuran. Apa sih kejujuran itu? Kejujuran adalah bersatunya ucapan hati dan ucapan mulut. Artinya, antara hati dan mulut mengucapkan hal yang sama. Jika antara ucapan hati dan ucapan mulut tidak sama, berarti hawa nafsu yang ada pada hati besar bisa dikatakan masih belum mampu dikalahkan dan ditundukkan.

Jika pada hati dan ucapan mulut kita tidak sama, jangan berharap doa kita bisa diterima oleh GUSTI ALLAH. Lha kok bisa? Jelas. Pasalnya, ketika berdoa kita selalu mengucapkan doa dan mengharapkan agar doa kita terkabul. Lha bagaimana bisa terkabul, kalau hati kita sendiri tidak meyakininya? Artinya, sebuah doa menjadi tidak terkabul ketika antara ucapan mulut dan hati tidak sama. Hati mengatakan itu, mulut mengatakan ini (yang nyata-nyata bertolak belakang).

Moga-moga kita menjadi insan fitri yang beruntung setelah digembleng puasa selama satu bulan sehingga mampu menghadapi hidup ini dengan ketenangan dan ketabahan. Dan mulai sekarang jika berbicara antara hati dan ucapan selalu sama agar kita bisa menjadi insan yang dekat dengan GUSTI ALLAH. Amien.

Jumat, 18 Maret 2011

NYALAKAN "LAMPU HATI"

Hidup ini diciptakan oleh GUSTI ALLAH berpasang-pasangan. Ada siang-malam, lelaki-perempuan, orangtua-anak-anak, besar-kecil, tua-muda, baik-buruk, bahagia-sedih dan lain-lain. Semuanya itu merupakan pasang-pasangan yang sudah ditetapkan oleh GUSTI ALLAH. Jikalau hidup kita sedang mengalami kebahagiaan, janganlah lantas kita
bangga. Pasalnya, dibalik kebahagiaan itu pasti ada kesedihan. Tidak mungkin hidup seseorang di dunia ini bahagia selamanya karena kita semua hidup di alam fana (tidak abadi).



Demikian juga ketika kita sedang dilanda kesulitan hidup, janganlah berputus-asa. Karena dibalik kesulitan hidup itu pasti ada kemudahan. Sering kita mendengar orang bijak yang mengatakan,"Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya". Bahkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW sendiri lewat hadistnya pernah mengungkapkan beberapa hal penting. Apa itu?

1. Ingatlah sehat-mu sebelum sakit
2. Ingatlah muda sebelum tua
3. Ingatlah kaya sebelum miskin
4. Ingatlah lapang sebelum sempit
5. Ingatlah hidup sebelum mati

Hidup bahagia itu bisa dicapai jika hati kita terlepas dari gundah gulana, tidak ada kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan untuk menghadapi hidup ini. Dengan hati yang tenang, maka segala persoalan hidup akan bisa diatasi karena hati yang tenang akan membuat pikiran kita lebih jernih dalam memandang segala persoalan yang ada dalam hidup ini.

Bagi masyarakat Kejawen, untuk membuat hati menjadi tenang, maka langkah utama yang harus dilakukan adalah menyalakan "lampu" dalam hati kita yang gelap. Dengan begitu, maka hati kita menjadi terang benderang. Bagaimana untuk mendapatkan hati yang terang benderang? Orang Jawa yang berpaham Kejawen memiliki kiat tersendiri. Kiat itu adalah dengan jalan bertapa.

Kata-kata bertapa yang dikenal oleh masyarakat Kejawen bukan berarti menyendiri di hutan ataupun di gunung, tetapi bisa saja bertapa itu dilakukan di perkotaan ataupun tempat ramai. Contohnya, ada tapa ngrame, dimana si pelaku tapa tidak boleh masuk ke dalam rumah atau tempat-tempat yang dinaungi atap untuk beberapa hari dan harus selalu mencari keramaian. Tentu saja hal itu dilakukan semata-mata untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH.

Tapa Lelono

Salah satu cara bertapa yang dilakukan oleh masyarakat Kejawen adalah tapa lelono. Apa itu tapa lelono? Tapa lelono adalah bertapa dengan cara berjalan kaki. Lelaku jalan kaki tersebut lebih afdhal-nya dilakukan dari jam 12 malam sampai jam 3/subuh. Hakekat dari cara lelaku ini adalah untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH. Lho kok bisa mendekatkan diri dengan jalan kaki? Jika cara berjalan kaki itu hendaknya diniatkan untuk mencari "lampu" hati sehingga bisa dengan mudah mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH

Pada saat berjalan kaki itu, kita berbicara sendiri dengan diri kita. Dan pada saat berjalan tersebut dipergunakan sebagai waktu untuk introspeksi diri. Jadi berjalan kaki yang kita lakukan tidak sia-sia. Insyaallah dengan cara itu, kita akan menemukan siapa jati diri kita.

Selasa, 01 Maret 2011

Asal Mula Aksara Jawa

Tidak banyak yang tahu sejarah aksara Jawa. Aksara Jawa sangat berkaitan dengan sejarah dari Ajisaka. Sang Ajisaka itulah yang menciptakan aksara Jawa yang kita kenal hingga saat ini. Bagaimana kisahnya?

Dahulu kala, di Pulau Majethi hidup seorang satria tampan bernama Ajisaka. Selain tampan, Ajisaka juga berilmu tinggi dan sakti mandraguna. Sang Satria mempunyai dua orang punggawa yang bernama Dora dan Sembada. Kedua punggawa itu sangat setia pada Ajisaka. Pada suatu hari, Ajisaka berkeinginan pergi berkelanan meninggalkan Pulau Majethi. Kepergiannya ditemani punggawanya yang bernama Dora, sementara Sembada tetap tinggal di Pulau Pulo Majethi, diperintahkan menjaga pusaka andalannya. Ajisaka berpesan pada Sembada, tidak boleh menyerahkan pusaka tersebut kepada siapapun kecuali pada Ajisaka sendiri. Sembada menyanggupi akan melaksanakan perintahnya.

Pada masa itu di tanah Jawa terdapat negara yang terkenal makmur, tertib, aman dan damai, yang bernama Medhangkamulan. Rajanya adalah Prabu Dewatacengkar, seorang raja yang luhur budinya serta bijaksana. Pada suatu hari, juru masak kerajaan mengalami kecelakaan, jarinya terbabat pisau hingga terlepas. Ki Juru Masak tidak menyadari bahwa potongan jarinya tercebur ke dalam hidangan yang akan disuguhkan pada Sang Prabu. Ketika tanpa sengaja memakan potongan jari tersebut, Sang Prabu serasa menyantap daging yang sangat enak, sehingga ia mengutus Sang Patih untuk menanyai Ki Juru Masak.

Setelah mengetahui yang disantap tadi adalah daging manusia, sang Prabu lalu memerintahkan Sang Patih agar setiap hari menghaturkan seorang dari rakyatnya untuk santapannya. Sejak saat itu Prabu Dewatacengkar mempunyai kegemaran menyeramkan, yaitu menyantap daging manusia. Wataknya berbalik seratus delapanpuluh derajat, berubah menjadi bengis dan senang menganiaya. Negara Medhangkamulan berubah menjadi wilayah yang angker dan sepi karena rakyatnya satu persatu dimangsa rajanya, sisanya lari menyelamatkan diri. Sang Patih pusing memikirkan keadaan, karena sudah tidak ada lagi rakyat yang bisa dihaturkan pada rajanya.

Pada saat itulah Ajisaka bersama punggawanya, Dora, tiba di Medhangkamulan. Ajisaka heran melihat keadaan yang sunyi dan menyeramkan itu, maka ia lalu mencari tahu penyebabnya. Setelah mendapat keterangan mengenai apa yang sedang terjadi di Medhangkamulan, Ajisaka lalu menghadap Rekyana Patih dan menyatakan kesanggupannya menjadi santapan Prabu Dewatacengkar. Pada awalnya Sang Patih tidak mengizinkan karena merasa sayang bila Ajisaka yang tampan dan masih muda harus disantap Sang Prabu. Namun tekad Ajisaka sudah bulat, sehingga akhirnya iapun dibawa menghadap Sang Prabu.

Sang Prabu tak habis pikir, mengapa orang yang sedemikian tampan dan masih muda mau menyerahkan jiwa raganya untuk menjadi santapannya. Ajisaka mengatakan, ia rela dijadikan santapan sang Prabu asalkan dihadiahi tanah seluas ikat kepala yang dikenakannya. Di samping itu, harus Sang rabu sendiri yang mengukur wilayah yang akan dihadiahkan tersebut. Sang Prabu menyanggupi permintaannya.

Ajisaka kemudian mempersilakan Sang Prabu menarik ujung ikat kepalanya. Sungguh ajaib, ikat kepala itu seakan tak ada habisnya. Sang Prabu Dewatacengkar terpaksa mundur dan semakin mundur, sehingga akhirnya tiba ditepi laut Selatan. Ikat kepala tersebut kemudian dikibaskan Ajisaka sehingga Sang Prabu terlempar jatuh ke laut. Seketika wujudnya berubah menjadi buaya putih. Ajisaka kemudian menjadi raja di Medhangkamulan.

Setelah dinobatkan menjadi raja Medhangkamulan, Ajisaka mengutus Dora pergi kembali ke Pulo Majethi menggambil pusaka yang dijaga oleh Sembada. Setibanya di Pulau Majethi, Dora menemui Sembada dan menjelaskan bahwa ia diperintahkan untuk mengambil pusaka Ajisaka. Sembada tidak mau memberikan pusaka tersebut karena ia berpegang pada perintah Ajisaka ketika meninggalkan Majethi. Sembada yang juga melaksanakan perintah Sang Prabu memaksa meminta agar pusaka tersebut diberikan kepadanya. Akhirnya kedua punggawa itu bertempur. Karena keduanya sama-sama sakti, peperangan berlangsung seru, saling menyerang dan diserang, sampai keduanya sama-sama tewas.

Kabar mengenai tewasnya Dora dan Sembada terdengar oleh Sang Prabu Ajisaka. Ia sangat menyesal mengingat kesetiaan kedua punggawa kesayangannya itu. Kesedihannya mendorongnya untuk menciptakan aksara untuk mengabadikan kedua orang yang dikasihinya itu.

Aksara tersebut berbunyi:

Ha Na Ca Ra Ka = yang berarti Ana utusan (ada utusan)
Da Ta Sa Wa La = Padha kekerengan (saling berselisih pendapat)
Pa Dha Ja Ya Nya = Padha digdayané (sama-sama sakti)
Ma Ga Ba Tha Nga = Padha dadi bathangé (sama-sama menjadi mayat)

Sabtu, 26 Februari 2011

BERSAHABAT DENGAN BENCANA

Tidak ada yang mengharapkan bencana, tetapi tidak ada pula yang bisa menolaknya. sejak tanggal 7 Oktober, taifun nomor 18 mendatangi daratan Jepang dan menumbangkan pepohonan, merobohkan jembatan, menggelindingkan truk. Taifun yang merupakan taifun terbesar sejak 10 tahun terakhir ini mulai mendarat di wilayah Aichi perfektur dan selanjutnya bergerak perlahan di sepanjang daratan Jepang.
Bulan Oktober adalah bulan yang seharusnya menyenangkan karena biasanya daun-daun musim gugur mulai memerah dan menguning, mempercantik alam negeri sakura. Tetapi bulan ini juga selalu ditandai dengan kedatangan angin topan besar yang kadang-kadang hanya melewati lautan tetapi sering pula melewati daratan.
Jika gempa tak bisa diprediksi kedatangannya, maka angin topan sudah bisa diprediksi kemunculan dan pergerakannnya sekitar tiga hari sebelum datangnya. Dan sekita tiga hari yang lalu Badan Meteorologi dan Geofisika Jepang telah mengeluarkan pengumuman tentang angin topan dahsyat yang akan datang dan menyinggahi seluruh daratan Jepang.
Sejak dua hari lalu, siaran TV di Jepang selalu menyiarkan pergerakan angin topan dan mengumumkan kewaspadaan warga. Angin topan biasanya disertai dengan hujan dan kadang-kadang banjir.
Sesuai dengan perkiraan, angin topan mulai memasuki daerah Nagoya sejak pukul 5 dini hari tadi (8 Sept), dan sebagaimana dipesankan di siaran TV agar semua orang berdiam diri di rumah, mengunci rapat-rapat jendela, meletakkan barang-barang yang mudah diterbangkan ke dalam rumah, dan peringatan untuk segera pulang ke rumah karena kemungkinan jalur angkutan umum semuanya akan terhenti.
Angin topan 18 tidak menimbulkan kerusakan yang berarti di dekat tempat tinggal saya, tetapi sebagaimana dilaporkan di TV, daerah-daerah lain mengalami kerusakan parah. Pemerintah kota juga mengumumkan melalui siaran TV tentang libur semua sekolah di Nagoya. Adapun kampus saya hanya memberikan pengumuman untuk tetap berada di rumah jika angin masih bertiup kencang, dan jika sudah reda diperbolehkan ke kampus dan kegiatan perkuliahan berjalan seperti biasa.
Tidak hanya angin topan 18, tetapi sebentar lagi pasti akan datang angin topan 19 dan bencana lainnya. Dari berbagai macam bencana yang melanda negeri ini, pemerintah dan penduduknya telah belajar banyak untuk menghadapinya. Anak-anak sejak kecil telah kenal dan diperkenalkan dengan bencana dan kesiapan untuk menghadapinya senantiasa dilatihkan di sekolah.
Bencana yang sering melanda Jepang tidak hanya mengasah kepekaan warga Jepang, tetapi telah melahirkan ratusan ilmuwan yang mempelajari dan meneliti misteri alam. Menjelang kedatangan angin topan 18, sebuah TV menyiarkan tentang bagaimana kita memahami kekuatan air. Ketika air masih berkentinggian 10 cm, maka pintu masih dapat dibuka, tetapi ketika sudah berketinggian 30 cm atau 40 cm, kekuatan seorang laki-laki pun tak mampu membukanya. Melalui pemahaman ini masyarakat belajar untuk tidak berusaha melawan bencana, tetapi berusaha bersifat arif kepada alam agar tak menimbulkan bencana.

Selasa, 15 Februari 2011

FENOMENA OBE

PENGALAMAN MATI SURI
DAN FENOMENA OUT OF BODY (OBE)
*) PENGALAMAN penulis Novel Sufi, MASTER OF THE JIN alamat Irvingk1945@gmail.com.

Beberapa bulan setelah ulang tahun 40, pada 14 Januari 1986, saya dilarikan ke Ruang Gawat Darurat karena pengaruh yang sangat buruk dari penyakit yang tak bisa didiagnosa dokter. Seandainya kakakku tidak berkunjung untuk melihat kondisi dan memaksa aku pergi ke rumah sakit segera, para dokter bilang aku tidak akan hidup lagi.
Di ruang gawat darurat jantung saya berhenti, dan para dokter berupaya menghidupkan kembali dengan orang-orang dayung listrik sebagaimana yang Anda lihat dalam film. Aku ingat hanya samar-samar, meskipun aku sedikit mengingat ada rasa sedikit terbakar selama beberapa hari. Akhirnya, mereka menemukan bahwa aku telah mengidap suatu tumor jinak pada kelenjar pituitary (yang berada di tengah-tengah dahi) yang menyebabkan tingkat hormon-hormon dalam tubuh saya untuk bergerak liar. Hormon steroid alami ACTH, misalnya, yang memiliki tingkat normal 200 sementara hormon saya tingkatnya adalah 6000.
Dan karena kontrol kelenjar hipofisis dari kelenjar lain dalam fungsi tubuh, saya juga mendapat tekanan darah tinggi dan diabetes. Diabetes itu tidak terdiagnosis bisa membunuh saya. Akhirnya saya tahu bahwa diabetes itu sudah diobati begitu lama dan situasi memburuk karena tumor yang saya. Beruntung saya masih hidup. Pada waktu itu, penglihatan saya kabur, otot-otot saya jadi berhenti. Saya mengalami dehidrasi sampai nyaris tidak bisa berjalan, dan aku merasa sulit untuk berpikir jernih. Ada banyak gejala lain, tetapi gejala itu yang utama.
Dokter sebenatnya punya obat namun masih obat percobaan, namanya obat itu aminoglutethymide. Saya tidak yakin ejaan ini tepat. Obar itu terasa sangat lambat membawa kadar hormon saya terkendali seperti semula. Darah ditarik setiap jam untuk memeriksa kadar hormon, sehingga kedua lengan saya menjadi hitam dan biru, mulai bahu ke pergelangan tangan.
Itu belum resiko lain saat berada di rumah sakit sekian waktu. Terbukti kemudian aku segera mendapat infeksi endokarditis, yang menyerang katup jantung, dan menghabiskan enam minggu pada terapi Oxycilin. Aku pun menghabiskan begitu banyak tabung untuk lengan hitam dan biru itu. Apa yang tidak lucu adalah tingkat hormon akibat paranoia. Seperti orang pada steroid, mereka mempengaruhi baik tubuh dan pikiran di level tersebut. Aku tidak akan masuk ke rincian, tetapi cukuplah untuk mengatakan bahwa aku adalah pasien paling buruk rumah sakit.
Hormon mengalami lonjakan pada malam hari, dan pada hari-hari pertama di sana, saya merasa sering pergi ke katatonik semacam wilayah kadang-kadang selama berhatri-hari. Aku keluar ruangan dan perawat yang berdiri di sekitar saya berkata, “Apakah kau bangun?? “Aku pernah bertanya berapa lama aku sudah keluar, dan mereka berkata,” Tiga hari. “Aku tidak tahu di mana aku telah atau apa aku sedang bermimpi, jika ada.
Sekitar dua minggu setelah aku mengakui, ketika dokter masih belum yakin apakah aku akan hidup dari satu hari ke hari, aku ingat berbaring di tempat tidur, di punggung saya, karena kedua lengan itu di dalam tabung dan merasa sangat lemah dan aneh. Aku telah belajar untuk mengenali gejala-gejala fisik awal dari salah satu bagian katatonik, tapi ini berbeda. Aku merasa yakin bahwa aku akan mati.
Dan aku merasa itu seperti kilat, kesadaran saya, atau jiwa, atau roh meninggalkan tubuh saya. Aku terbang ke atas di sekitar tepi melengkung alam semesta pada kecepatan yang tidak mungkin lebih cepat daripada pikiran. Aku masih memiliki tubuh, tapi itu halus, ringan seperti bulu. Aku bisa melihat bentuk oval kecil dari ribuan galaksi di sebelah kiriku saat aku melesat melewati. Sebuah detak jantung kemudian aku berada di sana.
Di depan saya adalah meja bercahaya panjang, seperti mengangkat mimbar, dan duduk makhluk bermandikan cahaya, tetapi dalam bentuk manusia. Mereka memiliki kepala dan tubuh, tapi aku tidak bisa melihat wajah mereka. Apakah mereka malaikat? Hakim? Aku tidak tahu. Saya pikir ada sepuluh dari mereka. Setidaknya itulah angka yang ada di kepalaku. Lalu aku mulai berputar seperti gasing melekat pada sebuah senar, meskipun demikian dengan kesadaran, saya melihat langsung mereka. Aku berputar dan menatap lurus ke depan. Bagaimana itu mungkin? Dan aku mulai menangis. Aku pasti mati, aku berpikir, dan mulai, tanpa memicu atau pertanyaan yang diminta, untuk menceritakan dosa-dosa dalam hidup saya pada mereka.
Berbohong, menipu, mencuri, kerakusan, seks, obat-obatan; semua dosa-dosa besar kecil anak laki-laki dan sebagai manusia. Seberapa kecil atau besar dosa itu bagi mereka tak ada bedanya. Saya pikir saya harus menunjukkan untuk itu kepada mereka. Melalui air mataku, aku memohon ampun.
Yang berada di tengah-tengah berbicara dengan tenang, dia berjenis laki-laki suaranya terdengar dan saya dengar di pikiran saya. “Anda sudah diampuni. Itu bukan masalah. ”
Seketika aku terbang kembali di sekitar lingkaran alam semesta. Galaksi ada di kanan saya saat aku terbang ke masa lalu, dengan perasaan luar biasa pergi ke bawah. Dalam sekejap aku kembali di kamar rumah sakit di tubuhku dan duduk tegak di tempat tidur. Sebelumnya, aku tidak pernah lebih terjaga seperti itu dalam hidupku.
Ketika aku akhirnya pergi tidur malam itu, aku bermimpi bahwa saya menulis sebuah buku yang mengubah dunia dan membawa kedamaian bagi umat manusia. Sekarang saya merasa sebagai orang berdosa yang benar-benar berusaha untuk menebus kesalahan.
Aku mulai pulih kemudian. Mungkin pengobatan itu akhirnya membawa efek. Beberapa tahun kemudian aku memiliki kesempatan untuk melihat catatan medis dalam bentuk buku.
Aku meninggalkan rumah sakit pada 7 Maret, 1986, berjalan dengan tongkat karena saya otot-otot kaki susah bergerak dan lumpuh. Selama hampir satu tahun saya harus menaiki tangga rumah saya dengan merangkak naik karena tangan dan lutut kaki saya tidak kuat menahan beban tubuh saya. Perlahan-lahan otot-otot menjadi lebih kuat. Pada saat saya memiliki operasi untuk menghilangkan kelenjar hipofisis saya pada 23 Desember 1986, aku benar-benar pulih. Setelah dihapus, diabetes pergi. Tekanan darah kembali normal.
Dalam sembilan bulan antara saya keluar dari rumah sakit dan operasi aku mulai pulih. Sukur tak terhingga atas anugerah kehidupan saya, dan kasih Tuhan yang tak terbatas dan belas kasih dan pengampunanNya. Seperti cerita saya telah membaca tentang orang-orang yang telah mendekati pengalaman kematian, semuanya kemudian tampak diterangi dengan cinta dan kedamaian untuk kehidupan saya yang baru. Aku mudah menangis untuk menunjukkan kelembutan dan emosi. Anak-anak saya mengejekku untuk itu, tapi aku tidak peduli. Aku tahu betapa berharganya hadiah kehidupan yang singkat ini dan saya masih diberi kesempatan di dalamnya untuk memberikan cinta dan berbagi pengalaman.
Lima tahun setelah dirawat di rumah sakit dan pengalaman keluar tubuh (OBE) itu aku memutuskan untuk berbagung sebagai pengikut jalan sufi. Enam bulan setelah inisiasi dalam dzikir, muncul ide untuk sebuah menulis buku datang dan dua belas tahun setelah itu saya akhirnya menerbitkan novel sufi, Master of the Jin.
Dulu saya seorang yang sinis dan agnostik. Aku tidak percaya neraka, tapi saya selalu ingin untuk mengetahui apa yang ada di alam gaib, untuk mengetahui apa kehendak Allah. Mungkin ini ada di tepi kesadaran dalam diri diri setiap orang. Sekarang, setelah lima belas tahun di jalan sufi, saya berbagi cerita ini sehingga Anda akan tahu bahwa di luar pengalaman dan semua yang Anda percaya, ada kebenaran yang tak terbayangkan, dan bahwa suatu hari Anda juga akan mengalami hal itu. Hal ini telah ditulis di dalam kitab suci, dan diekspresikan dalam bahasa dan perumpamaan yang indah dan dan melalui kehidupan nabi dan para rasul yang suci.
Ini adalah rahmat dan belas kasihan, pengampunan dan cinta Tuhan kepada manusia. Kita dilahirkan dari alam gaib dan nanti suatu ketika kembali ke sana pada akhirnya. Ini adalah ikatan Cinta antara manusia dengan Tuhan seperti ikatan antara ibu dan anak.
Setelah sembuh dari penyakit, aku mulai berpacaran dengan wanita yang sangat berbakat dalam hal spiritual sekitar setahun setengah setelah saya tinggal di rumah sakit. Dia kebetulan seorang psikolog. Setelah beberapa bulan, aku bercerita tentang penyakit saya, rumah sakit, dan pengalaman saya keluar dari tubuh. Saya pikir pada saat itu ketakutan saya sendiri akan kematian yang membuat saya memiliki mimpi pengakuan dan penebusan.
Aku berkata, “Apa pendapatmu tentang itu?”
Dia berkata, “Apa yang membuatmu berpikir itu tidak benar-benar terjadi?”
Dia kemudian mengatakan kepada saya bahwa ia juga memiliki pengalaman keluar dari tubuh (OBE). Pada saat melahirkan anak pertamanya, karena bayi itu benar-benar meninggalkan tubuhnya, ia menggambarkan memiliki perasaan seperti orgasme yang luar biasa, dan saat itu dia sadar telah terbang keluar dari tubuhnya dan terbungkus dalam apa yang digambarkan sebagai “cahaya emas murni cinta tanpa akhir.”
“Itu sangat transenden dan indah sehingga dia tak pernah ingin pergi. Dia pikir dia mungkin telah meninggal, tetapi tidak peduli. Itu Cahaya cinta murni yang merangkul semua. Kemudian ia mendengar teriakan dari jauh bahwa bayinya berjenis kelamin seorang putri, dan akhirnya ada kesadaran yang secara paksa menariknya kembali ke tubuhnya. Dia telah berlinang air mata pada saat meninggalkan “tempat” Itu.
Saya sering bertanya-tanya apakah itu “tempat” adalah sumber cinta seorang ibu, ikatan antara ibu dan anak. Atau mungkin sumber dari segala Cinta, lautan cahaya dari tetes yang mandiri kita dibentuk dalam hidup ini.
Dia kemudian melakukan studi kecil semua pengalaman-pengalaman seperti itu, dan menerima beberapa hasil mengejutkan dari kelompok studinya. Rupanya 5% dari perempuan yang menanggapi memiliki pengalaman yang sama, kadang-kadang selama melahirkan dan kadang-kadang bahkan selama orgasme. Tetapi wanita tidak membicarakan hal itu, menghubungkan ke stres kerja, untuk penghilang rasa sakit, atau buru-buru hormon selama seks. (Tidak heran di Prancis orgasme dikatakan sebagai “kematian kecil.”)
Kita adalah makhluk spiritual yang bisa memiliki pengalaman untuk keluar dari tubuh, meskipun hanya untuk waktu yang singkat. Kita datang dari cahaya terang itu, dan akan kembali ke setelah kesempatan hidup di dunia selesai. Dan inilah kesempatan untuk menggunakan kesempatan kita dalam hidup ini sebagai pemberian Tuhan, seperti yang tampak bercahaya ketika Ia berkata, “Ini bukan waktu Anda lagi.”
Selama bertahun-tahun saya bersyukur kepada Tuhan setiap pagi untuk karunia menakjubkan dalam hidupku. Atas Cinta-Nya kepada saya dan kemurahan-Nya. Setiap hari, setiap saat adalah rahmat. Seperti yang dikatakan dalam Alquran: “Sesungguhnya, di langit dan di bumi adalah tanda-tanda kepada mereka yang percaya.” (45:2) 

OBE (Out of Body Experience) merupakan sensasi keluarnya kesadaran dari tubuh/ jasad. Pada saat mengalaminya, orang merasa melihat jasadnya sendiri, yang dia tinggalkan. Banyak sekali pembahasan mengenai hal ini, namun sampai sekarang ada beberapa hal yang tetap menjadi misteri.
Berikut ini penuturan pengalaman dan penjelasan dari Hardicahyanta dari Yogyakarta pada saat mengalami OBE:
Pada waktu itu saya sedang bertugas di sebuah anjungan produksi minyak di laut jawa. Pada suatu malam, saya merasa agak capek tapi tidak ingin tidur. (Ini mungkin seperti yang dipaparkan juga di wikipedia, termasuk yang diawali menjelang tidur). Saya berbaring tiduran. Karena saya tidak ingin tidur, saya mencoba untuk tetap sadar. Entah mungkin karena terlalu lelah, tampaknya terasa badan saya mulai ringan. Saya merasakan kesemutan atau baal mulai dari ujung kaki, terus merambat ke atas, sampai ke kepala. Jadi seluruh badan saya “kesemutan”, seperti kena suntikan anestesi lokal, tapi seluruh tubuh sesudah itu, rasa kesemutan itu hilang, tidak terasa apa-apa lagi, namun yang terjadi adalah: saya sadar tetapi sudah tidak bisa mengontrol/menggerakkan tubuh lagi.
Lalu tiba-tiba saya merasa bergeser ke samping tubuh saya, maka saya mencoba bangkit berdiri. Di saat itulah saya melihat tubuh saya terbaring di tempat tidur. Saya tiba-tiba seperti masih bisa berpikir logis, kalau saya ini tidak bertubuh lagi (badan halus), berarti saya bisa menembus dinding. Lalu saya mencoba “melongok” menembus dinding kamar untuk melihat keadaan di kamar sebelah.
Kebetulan di sebelah kamar saya adalah sebuah ruangan kantor, yang kalau malam sering dipakai nonton tv karena memang tersedia di sana. Saya sengaja hanya melongokkan separuh badan bagian atas (barangkali karena waktu itu terpikir untuk menguji kemampuan menembus dinding). Ternyata yang saya lihat, di ruangan sebelah itu orang-orang sedang menonton tv, RCTI. Acaranya pertandingan sepak bola.
Saya balik lagi ke posisi semula di kamar, kemudian berpikir bagaimana caranya saya bisa kembali ke tubuh saya. Aneh, pada waktu itu tidak terpikir sedikitpun kemungkinan kalau saya sudah mati karena mengalami itu, oleh karena itu tidak ada rasa takut sama sekali. Kemudian secara gampangan saya mencoba tidur di atas tubuh saya sendiri.
Beruntung, saya berhasil masuk lagi ke dalam tubuh saya. Saya mulai merasakan hangatnya tubuh dan bisa mengontrol gerakan lagi.Saya segera bangun, kali ini benar-benar bersama tubuh wadag saya. Sesudah bangun itu baru terpikir keraguan atas apa yang baru saja saya alami. Apakah saya tadi hanya bermimpi, atau benar2 keluar dari tubuh?
Saya segera berdiri, keluar dari ruangan lewat pintu, menuju ke ruangan sebelah. Yang saya lihat di ruangan sebelah ternyata … Benar. Orang-orang sedang menonton tv RCTI, pertandingan sepak bola!Demikian sekedar cerita pengalaman pertama OBE saya.
Seingat saya waktu itu tidak sedang dalam pengaruh obat-obatan apapun. Mudah-mudahan bermanfaat, atau bisa menjadi bahan diskusi yang menarik. Sesudah pengalaman pertama tersebut, saya sangat penasaran dengan mekanisme terjadinya OBE. Saya banyak membaca tulisan-tulisan teori mengenai hal itu. Di antaranya teori mengenai badan astral dan badan etheral, yang lazim dikemukakan di kalangan pemerhati fenomena spiritual/ metafisik. Yang menarik bagi saya, ada yang berteori bahwa tubuh halus bisa kembali ke jasad wadag dikarenakan ada ikatan antara tubuh halus tersebut (badan astral) dengan jasad melalui sebuah tali yang terikat di bagian pusar. Tali tersebut berwarna keperakan, sehingga sering diistilahkan sebagai silver cord. Yang mengemukakan teori ini kemudian menyampaikan bahwa tidak usah khawatir badan halus akan tersesat atau badan wadag akan mati, selama silver cord tersebut masih utuh.
Hal lain yang saya temukan adalah bahwa sebenarnya proses keluarnya kesadaran dari jasad itu mustinya selalu dialami setiap manusia tidur. Akan tetapi, kenapa sebagian besar (90%) orang tidak menyadarinya? Pada saat badan mulai baal, dan kesadaran kehilangan kendali terhadap tubuh, biasanya orang sudah terutupi oleh apa yang saya istilahkan dengan “awan mimpi” atau kabut mimpi. Ini adalah mekanisme penutupan secara halus untuk mengecoh kesadaran agar diam-diam tidak terasa kalau sudah keluar dari jasad.
Apakah pada orang yang mati juga terjadi begitu? Sayangnya sulit sekali untuk memverifikasinya. Menurut The Tibetan Book of Death, pada awal-awal kematiannya, orang mengalami seperti OBE dan kebingungan, apakah benar dia sudah mati atau belum. Juga hal ini diilustrasikan dalam sebuah film terkenal “Ghost” (yang dibintangi oleh Patric Swayze dan Demi Moore). Juga dalam hasil observasi yang dirangkum oleh Raymond Moody Jr., dalam bukunya yang terkenal: “Hidup Sesudah Mati”.
Apapun yang diteorikan, kalau anda ingin mengetahui maka jalan yang terbaik adalah mencobanya pada diri sendiri. Walaupun ada penelitian yang mengemukakan bahwa OBE bisa dibantu dengan pemberian obat-obatan, saya sangat tidak menganjurkannya. Mungkin kalau dengan bantuan alat, seperti resonansi magnetik, agak lebih aman. Tetapi itu juga belum pasti. Yang lebih aman adalah mencoba tanpa bantuan obat atau alat apapun. Bagaimana caranya?
Mungkin bisa anda coba dengan mengatasi tipuan dari “awan mimpi”. Artinya, ketika menjelang tidur, coba usahakan anda terus menyadari proses tidur tersebut. Saya yakin sebenarnya proses itu selalu terjadi, yakni diawali dengan kehilangan kontrol perintah terhadap seluruh tubuh. Pada waktu tersebut, yang bekerja pada tubuh adalah mesin pengatur otomatis yang ada di batang otak. Biarlah mesin di dalam batang otak itu yang mengatur pernafasan dan detak jantung. Sementara itu anda harus tetap sadar. Dengan berlatih berulang kali saya yakin suatu ketika anda akan bisa merasakannya.


SEPUTAR PENELITIAN FENOMENA OBE
Out-of-body experience (OBE atau kadang-kadang OOBE), adalah sebuah pengalaman yang biasanya melibatkan sensasi melayang di luar tubuh seseorang dan, dalam beberapa kasus, mencerap satu tubuh fisik dari suatu tempat di luar tubuh seseorang (autoscopy). Istilah out-of-the-body atau keluar dari pengalaman tubuh diperkenalkan pada tahun 1943 oleh GNM Tyrrell dan diadopsi oleh, misalnya, Celia Green dan Robert Monroe sebagai alternatif bebas bias untuk keyakinan-sentris label seperti “proyeksi astral” atau “roh berjalan”.
Meskipun jarak berguna istilah ilmiah bermasalah peneliti dari konsep-konsep seperti jiwa, para ilmuwan masih tahu sedikit tentang fenomena. Satu dari sepuluh orang memiliki pengalaman OBE pada suatu saat dalam kehidupan mereka. OBEs adalah sering merupakan bagian dari pengalaman hampir matinya. Mereka yang telah mengalami OBEs kadang-kadang mengklaim telah diamati rincian yang tidak mereka ketahui sebelumnya.
Dalam beberapa kasus muncul fenomena terjadi secara spontan; dalam diri orang lain dikaitkan dengan trauma fisik atau mental, penggunaan obat-obatan psikedelik, disosiasi obat-obatan, atau mimpi-seperti situasi. Banyak teknik yang bertujuan untuk mempengaruhi pengalaman sengaja telah dikembangkan, misalnya visualisasi sementara di santai, keadaan meditatif. Baru-baru ini (2007) penelitian telah menunjukkan bahwa pengalaman yang agak mirip dengan OBEs dapat diinduksi oleh stimulasi otak langsung.
Beberapa dari mereka yang mengalami OBEs mengklaim telah menghendaki diri keluar dari tubuh mereka, sementara yang lain melaporkan bahwa mereka menemukan diri mereka ditarik dari tubuh mereka (biasanya didahului oleh rasa kelumpuhan). Pengakuan lain, perasaan di luar tubuh tiba-tiba sadar setelah fakta, dan pengalaman melihat tubuh mereka sendiri hampir kebetulan. OBEs sering terjadi selama tahap batas antara tidur REM dan gairah ketika tidur kelumpuhan dapat bertahan dan citra mimpi dapat berbaur dengan input sensorik.
Beberapa ahli saraf telah menduga bahwa acara ini dipicu oleh ketidaksesuaian antara visual dan sinyal. Mereka menggunakan virtual reality setup untuk menciptakan sebuah OBE. Subjek tampak melalui kacamata dan melihat tubuhnya sendiri karena akan tampil untuk pengamat luar berdiri di belakangnya. Eksperimen kemudian menyentuh subjek pada waktu yang sama sebagai batang muncul untuk menyentuh gambar virtual. Percobaan menciptakan ilusi berada di belakang dan di luar tubuh seseorang. Namun, para pengkritik menunjukkan bahwa tidak pasti bagaimana hal ini berhubungan dengan fenomena OBE.
Meskipun jenis pengalaman langsung dan spontan juga dilaporkan. Dalam banyak kasus, orang-orang yang mengaku telah melaporkan memiliki pengalaman OBE sedang tidur, di ambang tidur, atau sudah tidur lama sebelum mengalami. Sebuah persentase besar kasus-kasus ini mengacu pada situasi saat mereka mengalami tidur yang tidak terlalu dalam (karena sakit, suara di kamar lain, stres emosional, kelelahan dari kerja-lembur, sering bangun ulang, dll). Pada sebagian besar kasus, subjek kemudian merasa diri mereka terjaga; sekitar setengah dari mereka mencatat perasaan tidur kelumpuhan.
Bentuk lain dari OBE spontan adalah pengalaman hampir mati atau Near Death Experience (NDE). Beberapa subjek melaporkan bahwa mereka mengalami OBE pada saat-saat trauma fisik berat seperti saat akan tenggelam atau operasi besar. Dalam kasus kecelakaan kendaraan bermotor, mereka dapat mengingat kecelakaan seolah-olah mengamati dari lokasi di luar kendaraan.
Pengalaman yang sama dengan NDE adalah pengalaman ekstrem saat menjalani kegiatan-kegiatan fisik yang keras seperti mendaki ketinggian dan berlari maraton dan pengalaman itu dapat menginduksi OBEs. Perasaan berada di dua lokasi secara jelas, dengan baik tanah dan udara yang dialami secara bersamaan.
Tertidur secara fisik tanpa kehilangan terjaga atau The “Mind Awake, Body Asleep” ada situasi khusus sebagai penyebab OBE. Thomas Edison misalnya melalukan percobaan dengan tidur. Di atas kepala diletakkan uang logam. Ketika ia tertidur, koin itu jatuh dan ini akan mengembalikan kesadaran semula. Pelopor OBE, Sylvan Muldoon lebih sederhana menggunakan lengan bawah tegak lurus di tempat tidur. Salvador Dali menggunakan pengalaman yang sama yang disebutnya “paranoid-kritis”, metode untuk mendapatkan penglihatan yang aneh menginspirasi lukisannya.
Situasi antara terjaga dan tertidur diketahui menyebabkan episode trans spontan pada awal tidur yang pada akhirnya membantu ketika orang ingin mencoba mengalami OBE, seperti yang dilaporkan oleh Robert Monroe dan Robert Peterson. Saat kesadaran bergerak lebih dalam dan lebih dalam saat relaksasi satu akhirnya bertemu dengan ‘tergelincir’nya perasaan jika pikiran masih waspada. Tergelincir ini dilaporkan merasa seperti meninggalkan tubuh fisik. Beberapa orang ini bisa dialami saat mengalami relaksasi progresif saat peran indra kita mengendur.
OBE juga dikatakan sebagai “Bangunnya mental tapi tidak secara fisik”. Teknik ini biasanya dicapai melalui praktek bermimpi. Jelas sekali di dalam mimpi, sang pemimpi baik menggeser bahan dalam mimpi dalam arah OBE atau citra mimpi yang sepenuhnya jelas, dengan berbuat demikian ia memperoleh akses ke keadaan yang mendasari tidur ideal untuk visualisasi yang akan mengalami pemisahan dari tubuh.
OBE juga dialami saat kita mengalami Deep trance, meditasi dan visualisasi. Jenis visualisasi bervariasi; beberapa yang umum digunakan misalnya memanjat tali untuk “menarik keluar” dari satu tubuh, melayang keluar dari tubuh seseorang, ditembak keluar dari meriam, dan pendekatan serupa lainnya. Teknik ini dianggap sulit digunakan untuk orang-orang yang tidak bisa benar-benar rileks. Satu contoh dari teknik ini dipopulerkan Golden Dawn “Body of Light.



SINKRONISASI gelombang otak melalui stimulasi audio/visual. Binaural beats dapat digunakan untuk merangsang frekuensi gelombang otak tertentu, khususnya yang dominan dalam berbagai pikiran terjaga/tertidur tubuh situasi. Induksi “tubuh tertidur” frekuensi gelombang otak theta saat bermimpi dalam kondisi tidur diamati efektif oleh Monroe Institute. Simultan pengenalan “pikiran terjaga” beta frekuensi terdeteksi dalam otak normal, santai terbangun individu juga diamati sebagai konstruktif.
Teknologi populer lainnya gelombang sinusoidal mencapai hasil yang sama, dan drum yang menyertai upacara-upacara keagamaan asli Amerika juga diyakini telah meningkatkan penerimaan untuk “dunia lain” melalui mekanisme mendapatkan ilham.
Ada juga pendekatan lain yang bertujuan untuk mendorong intensitas disorientasi dengan cara melakukan penghapusan referensi ruang dan waktu. Sensor yang berlebihan berlawanan dengan indra yang mengendur. Subjek dapat menjadi bergoyang misalnya untuk waktu yang lama dalam buaian yang dirancang khusus, atau menggunakan cahaya yang menyiksa mata yang menyebabkan otak untuk menutup diri dari semua masukan sensorik.
Kedua kondisi tersebut cenderung menyebabkan kebingungan dan disorientasi yang sering memungkinkan subjek untuk mengalami tubuh halus keluar dari tubuh. Hal ini cenderung terjadi jika subjek percaya bahwa dia berada dalam posisi tertentu, sedangkan sebenarnya goyang tubuh baik dalam buaian aktif, atau masih berbaring. Kesadaran tiba-tiba transfer ke tubuh mental.
OBEs bisa juga diinduksi dengan obat-obatan yang kadang-kadang dianggap halusinasi. Ada beberapa jenis obat yang dapat memulai sebuah OBE, terutama disosiatif halusinogen seperti Ketamine, dextromethorphan (DM atau DXM), dan phencyclidine (PCP). Hal ini juga dilaporkan di bawah pengaruh tryptamine psychedelics termasuk dimethyltryptamine (DMT), dan ayahuasca. Salvia divinorum telah dikenal untuk menghasilkan gejala di mana pengguna dikatakan dapat meninggalkan tubuh mereka dan pergi ke banyak tempat sekaligus.
Banyak pengguna juga mengklaim bahwa mereka merasa seolah-olah “jiwa” keluar jauh dari tubuh mereka. Methamphetamine juga telah diketahui menyebabkan OBEs, bukan dalam dirinya sendiri, tetapi melalui kurang tidur.
OBEs dikategorikan ke dalam dua jenis, dikategorikan oleh Robert Monroe sebagai berikut.
  • 1 Pengalaman yang jelas dari tubuh eterik, halus. Serangan jenis ini dapat menakutkan seperti sensasi fisiologis yang kuat dapat dianggap, seperti listrik kesemutan, tubuh penuh getaran dan detak jantung pembalap.
  • 2 Pengalaman di alam fisik dan memiliki banyak tumpang tindih dengan jelas saat bermimpi. Subjek tenggelam dalam dunia realistis, diubah bentuk realitas yang menunjukkan secara fisik tidak mungkin atau tidak konsisten. Warna-warna cerah dan tajam adalah fitur umum dari jenis ini. Robert Bruce menganggap OBE jenis ini menjadi Proyeksi Astral.
Sebuah tipikal, klasik perseptual OBE terungkap melalui tahap yang berbeda. Penarikan tahap: Sadar interaksi dengan lingkungan fisik berhenti. Perhatian di tempat lain, dengan input sensorik akan diperhatikan; tubuh adalah auto-pilot. Tidur adalah contoh tahap ini. Yg berhubung dengan tahap katalepsia: Gerakan ini benar-benar terganggu. Alternatif informasi sensorik bisa tiba-tiba tampak hadir, seperti getaran kuat, suara dan penglihatan melalui kelopak mata tertutup
Tahap Pemisahan : 
Dengan susah payah, sudut pandang perseptual dapat menjauh dari lokasi tubuh fisik. Tetap tunduk pada sensasi intens, tarik kembali ke arah tubuh. Tahap pergerakan bebas: di radius tertentu, gerakan menjadi terhalangi, dengan kontrol meningkat tajam. Visual dan kejernihan mental dapat sangat bervariasi, dari hampir tidak fungsional untuk luar biasa.



Tahap Re-entry:
persepsi kembali meningkat, sebuah transisi untuk bangun atau tidur mungkin terjadi. Anda mungkin merasakan tekanan sebagai jiwa yang kembali ke tubuh Anda.

Rabu, 09 Februari 2011

MEMAHAMI FILOSOFI LELUHUR JAWA

Leluhur masyarakat Jawa memiliki beraneka filosofi yang jika dicermati memiliki makna yang begitu dalam. Tetapi, anehnya filosofi yang diberikan oleh para leluhur itu saat ini dinilai sebagai hal yang kuno dan ketinggalan jaman. Padahal, filosofi leluhur tersebut berlaku terus sepanjang hidup. Dibawah ini ada beberapa contoh filosofi dari para leluhur/nenek moyang masyarakat Jawa.



"Dadio banyu, ojo dadi watu" (Jadilah air, jangan jadi batu).

Kata-kata singkat yang penuh makna. Kelihatannya jika ditelaah memang manungso kang nduweni manunggaling roso itu harus tahu bagaimana caranya untuk dadi banyu.

Mengapa kita manusia ini harus bisa menjadi banyu (air)? Karena air itu bersifat menyejukkan. Ia menjadi kebutuhan orang banyak. Makhluk hidup yang diciptakan GUSTI ALLAH pasti membutuhkan air. Nah, air ini memiliki zat yang tidak keras. Artinya, dengan bentuknya yang cair, maka ia terasa lembut jika sampai di kulit kita.

Berbeda dengan watu (batu). Batu memiliki zat yang keras. Batu pun juga dibutuhkan manusia untuk membangun rumah maupun apapun. Pertanyaannya, lebih utama manakah menjadi air atau menjadi batu? Kuat manakah air atau batu?

Orang yang berpikir awam akan menyatakan bahwa batu lebih kuat. Tetapi bagi orang yang memahami keberadaan kedua zat tersebut, maka ia akan menyatakan lebih kuat air. Mengapa lebih kuat air daripada batu? Jawabannya sederhana saja, Anda tidak bisa menusuk air dengan belati. Tetapi anda bisa memecah batu dengan palu.

Artinya, meski terlihat lemah, namun air memiliki kekuatan yang dahsyat. Tetes demi tetes air, akan mampu menghancurkan batu. Dari filosofi tersebut, kita bisa belajar bahwa hidup di dunia ini kita seharusnya lebih mengedepankan sifat lemah lembut bak air. Dunia ini penuh dengan permasalahan. Selesaikanlah segala permasalahan itu dengan meniru kelembutan dari air. Janganlah meniru kekerasan dari batu. Kalau Anda meniru kerasnya batu dalam menyelesaikan setiap permasalahan di dunia ini, maka masalah tersebut tentu akan menimbulkan permasalahan baru.

"Sopo Sing Temen Bakal Tinemu"

Filosofi lainnya adalah kata-kata "Sopo sing temen, bakal tinemu" (Siapa yang sungguh-sungguh mencari, bakal menemukan yang dicari). Tampaknya filosofi tersebut sangat jelas. Kalau Anda berniat untuk mencari ilmu nyata ataupun ilmu sejati, maka carilah dengan sungguh-sungguh, maka Anda akan menemukannya.

Namun jika Anda berusaha hanya setengah-setengah, maka jangan kecewa jika nanti Anda tidak akan mendapatkan yang anda cari. Filosofi di atas tentu saja masih berlaku hingga saat ini.

"Sopo sing kelangan bakal diparingi, sopo sing nyolong bakal kelangan"
(Siapa yang kehilangan bakal diberi, siapa yang mencuri bakal kehilangan).


Filosofi itupun juga memiliki kesan yang sangat dalam pada kehidupan. Artinya, nenek moyang kita dulu sudah menekankan agar kita tidak nyolong (mencuri) karena siapapun yang mencuri ia bakal kehilangan sesuatu (bukannya malah untung).

Contohnya, ada orang yang dicopet. Ia akan kehilangan uang yang dimilikinya di dalam dompetnya. Tetapi GUSTI ALLAH akan menggantinya dengan memberikan gantinya pada orang yang kehilangan tersebut. Tetapi bagi orang yang mencopet dompet tersebut, sebenarnya ia untung karena mendapat dompet itu. Namun,ia bakal dibuat kehilangan oleh GUSTI ALLAH, entah dalam bentuk apapun.

Dari filosofi tersebut, Nenek moyang kita sudah memberikan nasehat pada kita generasi penerus tentang keadilan GUSTI ALLAH itu. GUSTI ALLAH itu adalah hakim yang adil.

Jumat, 28 Januari 2011

TUJUH KEAJAIBAN TUBUH KITA

Nggak cuma bumi saja yang punya seven wonders of the world. Tubuh manusia pun ternyata menyimpan banyak hal menakjubkan yang susah dijelaskan dengan logika. Apa saja sih seven wonders of the body alias tujuh keajaiban dalam tubuh kita, berikut keajaiban-keajaibannya :

1. The Golden Ratio.
Setiap bagian tubuh manusia ternyata merupakan hitungan matematika. Believe it or not, Fibonacci numbers yang kita jumpai di buku Da Vinci Code, ternyata juga ada di tubuh kita sendiri. Bilangan Phi (1:1,61  adalah angka yang akan kita dapatkan setiap kali kita mengukur setiap inci tubuh kita. Coba deh perhatikan ruas jari tangan kita. Ruas kedua dari ujung berukuran 1,618 kali lebih panjang dari ruas terujung, begitu seterusnya. Rumus phi ini juga kita temui di wajah kita. Panjang hidung kita berbanding 1:1,618 dibanding lebar mulut dari ujung ke ujung. Gigi terdepan dengan gigi di sebelahnya juga berukuran 1,1618 kali lebih besar. Inilah yang disebut dengan The Golden Ratio.

Dr. Stephen Marquardt bahkan telah membuat topeng kecantikan berdasarkan golden ratio ini, dan orang yang mempunyai struktur muka paling mendekati topeng ini adalah cewek yang sudah diakui kecantikannya, seperti Ratu Nefertiti. Tapi wajah kita juga bisa cocok ke dalam topeng golden ratio, kok. Soalnya, setiap kali kita tertawa, maka kita akan semakin mendekati ukuran phi tersebut. Makanya, jangan cemberut!

2. Sidik Lidah
Selain sidik jari, ternyata lidah kita juga mempunyai pattern unik yang tidak dimiliki orang lain. Hmm, jangan-jangan di masa depan kita akan bikin paspor dengan sidik lidah, nih. Hehehe…

3. Hidup dan Mati
Saat kita membaca tulisan ini, sebenarnya sedang ada sekitar 50 ribu sel yang mati di dalam tubuh kita. Tapi, di saat yang sama, lahir pula 50 ribu sel baru yang menggantikannya (kecuali di otak, yang tidak bisa menumbuhkan sel baru). Wow, ternyata tubuh kita aktif banget, ya? Di saat yang sama, untuk mencerna isi kalimat ini, pesan tersebut disampaikan ke otak dengan kecepatan mencapai 250 mil per jam!

4. Tempat Tinggal Bakteri
Satu orang manusia mempunyai organisme hidup yang lebih banyak daripada jumlah seluruh manusia di bumi. Soalnya, dalam 1 inci tubuh manusia, ternyata merupakan tempat tinggal bagi kira kira 32 juta bakteria.

5. Kepanasan atau Kedinginan?
Pernah makan makanan panas dan dingin, kan? Seberapa pun panas atau dinginnya makanan tersebut, tapi lidah kita masih bisa menerimanya, tuh. Hal ini disebabkan karena mulut kita menyesuaikan suhu makanan tersebut menjadi suhu normal, sehingga akhirnya bisa kita telan. Maksudnya, si mulut akan mendinginkan si makanan panas, dan menghangatkan si makanan dingin. Wah, ternyata mulut kita tak ubahnya seperti microwave dan kulkas, nih.

6. Anti Kerriput!
Selain bisa menghilangkan stress, ternyata tertawa juga bisa menguatkan sistem kekebalan tubuh, lho. Dan, menurut penelitian, anak-anak tertawa sekitar 300 kali setiap harinya, sementara orang dewasa cuma 15-100 kali saja tertawa. Ck ck ck, apa hidup mereka sedemikian beratnya, ya? Hehehe… Dan, nggak heran juga kalau orang dewasa itu jadi cepat terlihat tua. Soalnya, setiap 2000 kali wajah kita berkerut (misalnya karena kesal atau cemberut), maka muncullah segaris keriput. Makanya, jangan malas tertawa!

7. Self-healing
Tubuh kita ternyata tak ubahnya seperti Claire Bennet di serial Heroes yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Soalnya, setiap luka kita pasti akan sembuh, dan tubuh kita mempunyai ”keajaiban” untuk membentuk bagian tubuh yang baru. Misalnya nih, kaki kita terluka dalam karena terantuk batu. Lama-kelamaan, sel-sel di tubuh akan membentuk jaringan daging dan kulit baru untuk menutupi bekas luka tersebut. Namun demikian, ternyata ada satu bagian tubuh yang nggak bisa menyembuhkan dirinya sendiri lho, yaitu gigi. Kalau gigi tetap kita copot, jangan harap akan tumbuh gigi baru.